"apa yang lebih puisi daripada gerimis dan senja?", ujarnya. di matanya dia menemukan gerimis dan senja, kemudian dia jatuh cinta. puisi mengekalkannya.
"di dalam pelukan gerimis, kau ingat senja tersenyum manis? demikian puisi mengguris. kau tetap tertawa, walau hati teriris."
di kedalaman matanya dia menemukan mimpi kanak-kanak: gerimis dan senja yang menjelma puisi.
"huruf-huruf berhambur, menghambur, menghablur, masihkah kau ragu puisi membuatmu kembali menemui mimpi?"
Comments