aku membaca diri di arus diri yang memusar, di malam-malam yang engkau berkahi dengan cinta dan pengampunan
wahai yang tak membutuhkan apapun, aku membutuhkan engkau, mengemis di hadapanmu, sepenuh pinta sepenuh harap sepenuh rindu sepenuh cinta
aku membaca diri di dalam goa goa keheningan diri, membaca bahagia dan luka di sepanjang usia menyebut namamu adalah kebahagiaan menzikirkan namamu adalah kebahagiaan sebagai kerinduan di malam malam panjang penempuhan di jalan jalan berbatu berkelok panjang mendaki: tunjukkan aku jalan yang lurus. menemu cintaku
aku membaca diri, membaca puisi di dalam diri
Malang, 31 Mei 2017
Comments