Skip to main content

Upacara Sepi



secelah kekosongan tinggal di pinggir halaman. juga jeda antara baris bait. dimana disinggahkan sunyi. namun gaduh juga yang bertalu. setelah lembar-lembar kosong terisi takdir sepi. mungkin telah ditera namaku di situ. juga waktu. saat berjumpa. saat terlunas segala rindu. menatap wajahnya yang cahaya. hingga lebur diri. dalam arus gelombang cahaya lautan cahaya cintanya semata. mungkin, biarlah sepi mencari bunyinya sendiri. karena kutahu telah dimainkannya denting dalam bening hening. dan diwarnainya malam dengan hitam lengang. hingga terasa setusuk sepi mememerihnyeri di dada kiri. di jantung hati. sepisau sepi menikam tikam hingga sampai puncak nyeri merindui kekasih diri. di kilau tajam sehunus sepi tak henti menghunjam ke dalam dada sendiri. o, demikian nyeri ini rindu. mencari dan mencari. ke mana kekasih diri sejati? ingin kutemu sejati. dimanakah engkau wahai kekasih diri. hingga kutemu sejati. cinta sejati. lunaskan nyeri rindu di hati yang ditikam sepi.

Comments

Popular posts from this blog

Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011

KUCARI ENGKAU, TAPI KATAMU KAU CARI DULU DIRIMU SENDIRI kota demi kota menyimpan jejak kakiku, kenangan demi kenangan menera peta dalam sajakku, tapi dimana diriku sendiri? dari ceruk ke ceruk, dari palung ke palung, kucaricari rahasia diri, dimana sembunyi jawab atas tanya, o dimana? di tanur tanur rindu cintaku ditempa, hingga muai oleh api cemburu, hingga murni, cintaku padamu berkali-kali aku gawal dalam uji, berkali-kali kau ampuni, karena cintamu kutahu, karena cintamu. memberi arti di puncak malam ada yang tugur, menunggu sunyi gugur, sebagai airmata yang bercahaya, melarutkan kesah ke lautan maha Cinta Malang, 2011 DENGAN SAJAK  KUKABARKAN PUISI Sajak adalah mata kanak kanak yang bening tak berdosa, temukan rahasia di balik teka teki waktu, sebuah kehendak Kau tak dapat berbohong dengan sajak, karena sesungguhnya hatimu telah menera jejak Jika kabar demikian samar, sajak mengajakmu untuk menebak, teka teki kehendak Puisi telah memenuhi ruang kepala...

Sajak-sajak NANANG SURYADI

SELAMAT SENJA "selamat senja," katanya. puisi gemetar. lindap di balik remang cahaya. adalah gema. memantul mantul dalam dada. dalam kepala. sebagai dentang. sebagai kenang. berulang-ulang datang. "peluk aku dalam cintamu. rengkuh aku dalam rindumu. doa-doa yang ikhlas. menggetarkan semesta." pikiran-pikiran meruncing. seperti ingin menikam. dan jawab? serupa bening air. memantulkan wajah galau. 28 September 2015 SKETSA KATA-KATA 1. benar benar berkata benar benar sulit benar benar 2. tak ada tiada ada tak ada 3. di depan cermin mematut diri. belajar berpidato, tapi malu pada diri sendiri. seperti pejabat di televisi 4. separuh kosong atau separuh isi? dan kita berdebat dari sisi yang berbeda 5. semua dapat tempat semua dapat bagian. di panggung sejarah. dan kita bertepuk tangan. romeo juliet mati berpelukan. bukankah begitu tuan chairil bersabda? 6. "jangan ikuti aku, bila ku tersesat biarlah hanya diriku yang begitu". para pemujanya bertepuk tangan menge...