selepas hujan, langit demikian lengang, bening dan hening. serupa mata cintamu. menenangkan jiwaku selapis demi selapis ditulis puisi berlapis lapis, serupa pelangi, pendar hujan tertimpa cahaya matahari "riwayatkan aku pada akar, ranting, cabang, daun, bunga dan buahmu", ujar hujan membelai pepohonan. "kecup aku matahari, agar aku pulang ke keabadian," ucap embun. dan dia berbahagia "tak apa sendiri, jika sunyi lebih berarti," ujar gerimis
Puisi. Puisi. Puisi. Puisi. Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini. Sebagai orang sunyi menelusuri lorong-lorong yang mengabstraksi di ambang sadar dan mimpi diri sendiri. Mungkin hanya ilusi. Yang kutulis di sini ~ Kumpulan Puisi Nanang Suryadi